BOLA KEHIDUPAN

BOLA KEHIDUPAN
 Oleh : Is Shafura
Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan, dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara. Bola-bola tersebut bernama Pekerjaan, Keluarga, kesehatan, Teman, dan Semangat, dan kita harus menjaga ke-5 bola ini seimbang di udara.

Kita akan segera mengerti bahwa ternyata “pekerjaan” hanyalah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali. Tetapi empat bola yang lainnya yaitu, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Semangat terbuat dari gelas. Dan jika menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak dan bahkan hancur berkeping-keping.

Dan ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya. Kita harus memahaminya secara benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya.

Bagaimana caranya…?

Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat bahwa masing-masing dari diri kita special.

Jangan menganggap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya hidup menjadi kurang berarti. Jangan biarkan hidup kita terpuruk di ‘masa lampau’ atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk seluruh waktumu.

Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.

Janganlah takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kiat satu sama lain.

Janganlah takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani dalam menghadapi suatu tantangan hidup.

Jangan berusaha mengunci cinta dalam hidupmu dengan berkata “tidak mungkin saya temukan”. Cara tercepat mendapatkan cinta adalah dengan memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya ‘sayap’. Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai.

Jangan takut untuk belajar. Ilmu pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat kita bawa kemana pun tanpa membebani kita layaknya kita mambawa sebuah barang. Semakin banyak ilmu yang kita pelajari, maka semakin banyak pula kesempatan yang dapat kita raih. Dan akhirnya MASA LALU adalah SEJARAH, MASA DEPAN merupakan MISTERI, dan SAAT INI adalah KARUNIA. Itulah kenapa dalam bahasa inggris SAAT INI disebut “The Present”. (Is Shafura, 5 Nov '25)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ISHIKAWA FISHBONE, SEBUAH MAKNA JPL

Diklat Yang Multiguna Bersama BDK Bandung.